Kamis, 29 Oktober 2015

Menulis Faktual

PEMUKIMAN PADAT DI PERKOTAAN 

     Disuatu pemukiman padat pemandangan disekitarnya kurang enak dipandang karena terlalu banyak bangunan rumah yang berhimpitan. pepohonan juga tanaman disekitar sudah jarang ditemukan bahkan tidak ada di lingkungan tersebut.
    Dilingkungan tersebut kita harus memiliki perilaku yang baik agar tidak jadi perbincangan di masyarakat sekitar, karena di daerah pemukiman padat masyarakatnya masih terpengaruh oleh budaya jaman dulu yang kental dengan tatakrama atau sopan santun.
   Pemukiman padat udara lingkungannya kotor,sehingga mengakibatkan mudah terjangkit oleh persoalan penyakit,seperti sesak nafas, cacingan, jamur, dan sebagainya. Lahan yang sempit menyebabkan sulitnya akses jalan untuk kendaraan hilir mudik di daerah sekitar, terutama saat suatu ketika ada kendaraan yang mau parkir disana.
    Lahan yang sempit juga membuat akses kendaraan roda dua disekitar sulit untuk parkir, karena lahan-lahan telah banyak diisi dengan bangunan rumah yang berjajaran. akibat lahan yang sempit anak-anak pun tidak bisa bermain dengan leluasa. anak pada zaman dahulu sangat beruntung masih bisa bermain dengan leluasa dan riang karena belum banyak bangunan-bangunan di lingkungan sekitarnya, sedangkan anak zaman sekarang cenderung bermain lewat Gadget atau smartphonenya. 
      Adanya kepadatan penduduk memungkinkan suatu musibah, seperti, kebakaran yang terjadi disuatu pemukiman warga, akan merambat ke pemukiman yang lain. Lingkungan seperti ini kualitas lingkungannya dan perikehidupan masyarakatnya buruk, sehingga mudah terjangkit berbagai persoalan penyakit endemik serta sarat masalah sosial dan kemiskinan.
       Selain itu, permukiman padat dan kumuh juga disebabkan oleh bencana alam. Dalam hal ini, masyarakat yang menjadi korban bencana alam tidak mendapat perhatian dari pemerintah. Sehingga masyarakat berusaha sendiri mendirikan tenda-tenda darurat dan menjadikannya sebagai tempat tinggal.
       Untuk dapat mengatasi tersebarnya pemukiman padat diperkotaan dengan di bukakannya lapangan pekerjaan yang layak dan sesuai, supaya memenuhi kriteria tempat tinggal yang layak, dan memberikan modal terhadap masyarakat yang ingin membuka sebuah usaha rumahan. 
    Maka dari itu, kewajiban pemerintah sangat diperlukan keefisienannya dalam menghadapi permasalahan masyarakat miskin kota ini. pemerintah perkotaan yang baik selalu berupaya menemukan cara-cara untuk dapat melibatkan kelompok miskin perkotaan, sehingga kebutuhan mereka dapat direfleksikan dalam kebijakan dan program-program pemerintah kota.  





DAFTAR PUSTAKA
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, 1983. Pedoman Penulisan Tata Bahasa Indonesia. editor : Rusyana, Yus., Samsuri.
Putrayasa, I.B. 2009. Kalimat Efektif (Diksi, Struktur, dan Logika). Bandung: Reflika Aditama.
Cisca. EYD (Ejaan yang Disempurnakan) Lengkap. Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2008.
Akhdiah, Sabarti., dkk. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga, 2003.
Sugono, Dendy., dkk. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka, 2009.
http://imadiklus.com/layanan-pendidikan-untuk-masyarakat-permukiman-padat-dan-kumuh/  
(diakses pada tanggal : 29 Oktober 2015)



KETERANGAN : Karangan Narasi, karena salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.



2 komentar:

  1. Ibu ini sudah diperbaiki daftar pustakanya, mohon diperiksa kembali. terima kasih.

    BalasHapus